|
Penulis |
: |
Agus Hasanudin, S.T. |
|
|
|
M. Alfian Nugraha Fauzi, M.Pd. |
|
ISBN |
: |
|
|
Editor |
: |
Dema Tesniyadi, M.Pd. |
|
Desain
Sampul |
: |
Tim Desain Media
Edukasi |
|
Layout |
: |
Pitriyani |
Tangerang bukan hanya tentang kota dan industri. Di ujung bagian utara pesisirnya, ada akar-akar mangrove yang diam-diam menjaga daratan, dan ada orang-orang yang menjaga harapan di tanah pasir itu. Di sela pasang surut dan angin laut, tumbuh juga secangkir kopi yang memiliki rasanya berbasis kearifan lokal membawa cerita di tanah tangerang.
Buku ini saya tulis bukan untuk menggurui. Saya hanya ingin mendokumentasikan. Bagaimana petani beradaptasi, bagaimana alam bekerja sama dengan manusia, dan bagaimana secangkir kopi bisa menjadi jembatan antara hutan dan meja kita sehingga memberikan inovasi bahwa tangerang memiliki kuliner kopi berbasis lokal dengan Robusta Banten dan Mangrove pesisir tangerang menjadi Kopi Mangrove Tangerang.
Melalui buku ini, saya mengajak pembaca untuk berhenti sejenak. Menyeruput kopi secara perlahan, lalu membayangkan debur ombak, rimbunnya mangrove, dan indahnya pohon mangrove serta warga pesisir yang menghidupkan sari buah mangrove menjadi kopi.

